pilihan +INDEKS
Kecamatan Bangkinang Raih Juara Satu Lomba Cipta Menu B2SA Tingkat Kabupaten Kampar Tahun 2024.
BANGKINANG KOTA - Kecamatan Bangkinang berhasil merah juara I (satu) dalam Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) tingkat Kabupaten Kampar tahun 2024 yang ditaja oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kampar yang di laksanakan di Balai Rumah Dinas Bupati Kampar. Rabu (14/8/2024).
Pada Lomba Cipta Menu B2SA ini mengangkat tema lomba yakni "Sehat Bahagia dengan Pangan Lokal, Kenyang Tidak Harus Nasi". Kecamatan Bangkinang menyajikan makanan khas yang dinilai dewan juri merupakan menu olahan paling kreatif dan memenuhi persyaratan dan standar B2SA.
Dari seluruh aspek penilaian, Juara 1 Kecamatan Bangkinang mendapatkan nilai dengan total 448,92, juara 2 Kecamatan Tapung Hilir dengan nilai 447,92, juara 3 Kecamatan Tapung dengan nilai 438,75, harapan 1 Kecamatan Bangkinang Kota dengan nilai 436,1, harapan 2 Kecamatan Kampar Kiri Tengah dengan nilai dengan nilai 435,9 dan harapan 3 Kecamatan Gunung Sahilan dengan nilai 434,5.
Pj Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kampar Ricana Djayanti Hambali yang juga sebagai juri didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kampar Drs. Muhammad, M.Si dalam lomba tersebut menyerahkan sertifikat dan hadiah lomba cipta menu B2SA kepada para juara, dirinya mengapresiasi atas kreasi yang dihasilkan oleh tim dari 14 kecamatan se- Kabupaten Kampar pada lomba cipta menu B2SA tersebut.
Dirinya berharap agar hasil yang telah diraih pada lomba tersebut tidak membuat para peserta yang berhasil tampil sebagai juara berpuas hati dan teruslah untuk berupaya dan dikembangkan dengan membuat kreasi-kreasi yang lebih menarik lagi, bukan sekedar enak dimakan tapi juga enak dilihat dan menarik.
Kemudian Pj Ketua TP PKK Kabupaten Kampar juga berkesempatan menyerahkan sertifikat dan hadiah bagi para juara dalam lomba jajanan lokal Kecamatan yang berhasil merah juara 1 yakni Kecamatan Kampa, juara 2 Kecamatan Kampar Utara dan juara 3 Kecamatan Kampar Kiri Hilir.
Sementara itu, salah satu tim penilai/juri Dedy Rochyani, SKM.M.Kes Ahli Gizi menyampaikan hasil penilaian dari lomba B2SA dan juga menyampaikan beberapa kekurangan dalam lomba ini diantara peserta belum berani dalam hal rasa, masih banyak hambar, masih ada menggunakan nama makanan dengan bahasa asing, warna masih menggunakan pewarna. Tekstur makanan yang terlalu kematangan, dirinya berharap untuk kedepannya untuk lebih berani dalam hal rasa dan menggunakan bahasa daerah.
Berita Lainnya +INDEKS
Perkuat Marwah Melayu, LAMR dan LAM Jambi Pererat Sinergi Adat
PEKANBARU – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau menerima ku.
Kado Hari Jadi Riau: 69 Putra-Putri Terbaik Berkesempatan Raih Sertifikat K3 Umum
PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Tenaga K.
Tesso Nilo dan Tanah Ulayat Jadi Fokus Pembahasan Pemprov Riau dan ATR/BPN
PEKANBARU – Penanganan persoalan pertanahan di kawasan Taman Nasional.
Ketahanan Pangan Berkelanjutan, Polisi Aktif Rawat Kebun Jagung Binaan
Pekanbaru – Komitmen Polsek Kawasan Pelabuhan Polresta Pekanbaru dalam mendukung program ke.
Hangat Telur Puyuh dan Asa Ketahanan Pangan di Tepi Pekanbaru
Pekanbaru - Rintik gerimis yang membasahi kawasan Komplek Trans Jasa Indust.
Susun Rencana Kontingensi Terukur, Sesko TNI Terjunkan Pasis Dikreg 55 ke Riau
PEKANBARU - Sinergi antara pemerintah daerah dan Tentara Nasional Indonesia.







