pilihan +INDEKS
Sejarah Masjid Raya Senapelan: Jejak Peninggalan Kesultanan Siak di Kota Pekanbaru
PEKANBARU - Berdiri megah di jantung Kota Pekanbaru, Masjid Raya Senapelan bukan sekadar rumah ibadah. Bangunan ini adalah saksi perjalanan panjang sejarah di tepian Sungai Siak. Setiap sudut bangunannya menyimpan cerita tentang perpindahan, perjuangan, dan upaya menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah modernisasi kota.
Di balik arsitekturnya kini bergaya Turki, tersimpan kisah pembangunan yang telah berlangsung sejak berabad-abad silam. Dari rumah ibadah ini juga menjadi bukti bahwa Kesulatan Siak Sri Indrapura pernah bertahta di Pekanbaru, Riau.

Ketua Pengurus Masjid Raya Senapelan Pekanbaru, H Juli Usman, menjelaskan bahwa masjid ini pertama kali didirikan pada abad ke-18. Namun, lokasinya saat itu bukanlah di tempat yang sekarang.
“Masjid Senapelan ini sudah didirikan awalnya pada abad ke-18, tapi posisinya bukan di sini. Posisinya itu kalau kita taksir sekarang berada di daerah Kampung Bandar Pekanbaru, dekat tepian Sungai Siak,” ujar H Juli Usman, kepada Media Center Riau, di Pekanbaru, Kamis (26/02/2026).
Dijelaskan, keberadaan masjid di tepian Sungai Siak bukan tanpa alasan. Pada masa itu, kawasan Senapelan menjadi sentral aktivitas perdagangan dan tempat pemerintahan Kesultanan Siak Sri Indrapura. Dengan begitu, masjid hadir sebagai pusat ibadah sekaligus tempat bermusyawarah.
“Setelah itu dipindahkan masjid ini ke dekat daerah Pasar Bawah. Tak lama kemudian, berpindah lagi di depan Makam Mahrum Pekan, sampai sekarang masih ada bekas fondasinya,” jelasnya.

Bekas fondasi tersebut menjadi bukti sejarah yang masih bisa dilihat hingga kini. Jejak itu menjadi pengingat bahwa masjid ini telah melalui beberapa fase perpindahan sebelum menetap di lokasi sekarang, Jalan Senapelan Kampung Bandar.
Titik penting sejarah masjid terjadi pada tahun 1926 M. Saat itu, para tokoh masyarakat Pekanbaru bersama Sultan Syarif Kasim II berinisiatif membangun masjid secara permanen.
“Atas inisiatif orang-orang tua Pekanbaru dan dibantu oleh Sultan Siak, maka dimulailah pembangunan masjid ini. Jadi di tahun 1942, masjid ini pertama kali digunakan setelah dilakukan renovasi besar,” ungkapnya.
Setelah bangunan berdiri kokoh, pembangunan berlanjut dengan penambahan gapura di bagian depan masjid pada tahun 1945. Gapura tersebut menjadi simbol kebanggaan sekaligus penanda identitas kawasan religius di Pekanbaru.
Perombakan masjid kemudian dilakukan pada 1969. Renovasi kembali berlanjut pada 1973 dan 1979 untuk menyesuaikan kebutuhan jamaah yang terus meningkat seiring pesatnya pertumbuhan kota.
Perubahan paling besar terjadi setelah 1998, ketika dilakukan revitalisasi total dengan dukungan Pemerintah Provinsi Riau. Arsitektur masjid diubah mengadopsi gaya Turki yang megah seperti yang terlihat sekarang.
“Nah, saat itulah menjadi renovasi dengan arsitektur Turki megah sebagaimana sekarang ini oleh badan revitalisasi yang tentu dibiayai Pemerintah Provinsi Riau,” tuturnya.
Meski mengalami perubahan besar, para pendahulu tetap sepakat mempertahankan sejumlah bagian lama sebagai simbol kesinambungan sejarah. Enam tiang utama di dalam masjid dan tiang selasar luar merupakan peninggalan bangunan sejak zaman Kesultanan Siak.
“Walaupun masjid ini diubah total, tapi masih meninggalkan beberapa ikon lama di dalamnya. Yang pertama tiang-tiang yang enam ini dan tiang selasar bagian luar juga adalah peninggalan bangunan lama,” terangnya.
Lebih lanjut, Ketua Pengurus Masjid Raya Senapelan, H Juli Usman, mengungkapkan bahwa marmer di sekitar tiang tersebut merupakan bagian dari fondasi masjid lama. Dahulu, posisi imam hanya berada di area sekitar tiang lama itu dan belum meluas seperti sekarang.
“Peninggalan bangunan lama memang sengaja tidak dihilangkan karena biar setiap generasi bisa mengenal dan mengetahui jejak sejarah kita,” tutupnya.
Berita Lainnya +INDEKS
Ini Rincian Lengkap Besaran Zakat Fitrah di Pekanbaru Berdasarkan Jenis Beras Anda
PEKANBARU – Memasuki hari ke-11 ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah, Ba.
Santunan Ramadan di Siak Tembus Rp2,7 Miliar, Hadirkan Kebahagiaan Bagi Guru Ngaji Hingga Penggali Kubur
SIAK- Pemerintah Kabupaten Siak melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) .
Inilah 5 Tempat Ngabuburit Bersama Keluarga Paling Hits di Kota Pekanbaru
PEKANBARU - Bulan Ramadan selalu menghadirkan tradisi ngabuburit yang dinan.
Peringatan BMKG: Riau Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang Hari Ini
PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meri.
Tausiyah Keagamaan Warnai Halal Bihalal TP PKK Riau Jelang Bulan Suci
PEKANBARU - Kegiatan Halal Bihalal dirangkaikan dengan tausiyah keagamaan m.
Tarawih Perdana Ramadan 1447 H, Sekda Riau Tekankan Nilai Ibadah dan Kepedulian Sosial
PEKANBARU - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau mengikuti pelaksanaan S.




.jpg)


